HARIANINVESTOR.COM – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan tanggapan terkait isu PHK atau lay off dalam penggabungan atau merger antara PT Angkasa Pura I dan II.
Diketahui, PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II telah resmi bergabung atau merger menjadi PT Angkasa Pura Indonesia.
Peresmian ini disaksikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohr dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penggabungan dua perusahaan ini, diharapkan dapat membawa kebaikan bagi pertumbuhan ekonomi di sektor penerbangan.
Menteri Erick Thohir memastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) terkait dengan penggabungan atau merger antara PT Angkasa Pura I dan II ini.
“Jadi isu lay off tidak ada, justru ini isu pengembangan,” ujar Erick di Jakarta, Senin (9/9/2024).
Erick menyampaikan merger antara beberapa perusahaan BUMN pernah dilakukan sebelumnya, salah satunya PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.
Baca Juga:
CMEF 2026 Resmi Ditutup di Shanghai, Tampilkan Inovasi Medis Global dan Tren Industri Masa Depan
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”
Dalam proses penggabungan empat perusahaan menjadi satu tersebut, tidak terdapat isu PHK.
Keberhasilan dari merger Pelindo ini, kata Erick, bisa menjadi sebuah contoh efisiensi di lingkungan BUMN.
Lebih lanjut, Erick mengatakan Angkasa Pura Indonesia akan mengelola 37 bandara dalam satu sistem pelayanan.
Menurutnya, saat ini banyak bandara-bandara di luar negeri juga telah bertransformasi untuk membuat ekosistem baru dalam bisnis penerbangan.
Baca Juga:
For the Reasons that Matter: Kampanye Multi-Negara yang Menyoroti Kesehatan Pernapasan Dewasa
Dorong Revolusi Pangan Global, Teknologi “Food Processing” Jepang Tampil di Panggung Dunia
“Kalau kita sering ke luar negeri melihat banyak airport yang sekarang berubah model, tidak hanya buat transportasi, tetapi membangun sebuah ekosistem baru,” kata Erick.
Kementerian BUMN mendorong adanya perbaikan bisnis model pada industri penerbangan, sehingga nantinya pendapatan tidak hanya bergantung pada aero tetapi juga non aero.
“Kalau kita lihat non aero sudah mulai meningkat, di Singapura, di beberapa negara memang airport ini juga menjadi pusat kehidupan manusia.”
“Jadi bukan hanya buat traveling. Nah, di sini lah kenapa nanti kita akan memperbaiki bisnis model,” ucap Erick.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Mediaagri.com dan Harianekonomi.com
Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoekspres.com dan Hellotangerang.com
Baca Juga:
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)
Atau hubungi langsung WhatsApp Center Rilispers.com : 085315557788, 087815557788, 08111157788.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News.








