PASAR berspekulasi keras bahwa ada aksi korporasi besar yang sedang disiapkan di balik layar—entah itu rights issue, private placement, bahkan akuisisi tersembunyi.
Hal itu terjadi ketika saham PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK) melonjak tajam hingga 141% dalam sebulan terakhir.
Namun dalam Paparan Publik Insidentil pada 6 Agustus 2025, manajemen perusahaan membantah keras adanya agenda semacam itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perusahaan tidak memiliki informasi material yang belum diungkapkan ke publik,” tegas Faisal Rachman, Presiden Komisaris, Rabu siang (6/8/2025), sebagaimana dikutip dari laman resmi BEI.
Meskipun saham ROCK sempat disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Agustus 2025 karena tergolong dalam Unusual Market Activity (UMA), emiten properti ini tetap kembali bergerak agresif.
Pada Rabu (6/8/2025), saham ROCK mencatatkan kenaikan 10% dari Rp500 ke Rp550, memperpanjang tren reli sejak awal Juli dari level Rp228.
Baca Juga:
Rekomendasi Reksadana Saham bagi Investor Aktif di Aplikasi Reksadana
SEG Solar Mulai Bangun Pabrik Ingot dan Wafer Berkapasitas 3 GW di Indonesia
Fakta bahwa tidak ada aksi korporasi yang menyertai lonjakan ini menimbulkan pertanyaan baru di benak pelaku pasar: jika bukan karena aksi korporasi, lalu apa?
Investor Mencium Peluang Revaluasi Aset dan Diversifikasi Bisnis Properti ROCK
Sejumlah analis memperkirakan kenaikan harga saham ROCK bukanlah sekadar euforia jangka pendek, melainkan sinyal bahwa pasar sedang menghargai ulang (re-rating) valuasi aset perusahaan.
Sumber internal yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa perusahaan tengah mengevaluasi kemungkinan revaluasi aset properti lama yang sebelumnya dibukukan dengan nilai konservatif.
“Ada potensi nilai tersembunyi di aset-aset properti mereka di Jabodetabek, terutama yang belum dikembangkan,” ujar seorang manajer investasi properti.
Baca Juga:
Asossiasi Investor Relations Hadir Siap Tingkatkan Profesional IR.
Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Cara Isi Saldo PayPal dari BRI via Jasa Top Up di Epayu (Update 2025)
Lebih jauh, pihak manajemen disebut-sebut tengah menjajaki diversifikasi ke segmen properti industri dan logistik, dua sektor yang sedang naik daun dalam iklim pasca-pandemi.
Pasar properti logistik di Indonesia diproyeksi tumbuh 10% CAGR hingga 2030, menurut laporan Colliers Indonesia.
Diversifikasi ke sektor tersebut bisa menjadi game changer bagi ROCK, mengingat eksposur perusahaan sebelumnya sangat terfokus di segmen properti residensial.
Profil Rockfields: Dari Proyek Boutique ke Bursa, Siapa Di Balik Saham Ini?
PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK) resmi berdiri pada 12 Maret 2010 dan mulai melantai di Bursa Efek Indonesia pada 5 Juli 2019.
Emiten ini bergerak di bidang pengembangan properti komersial dan residensial, dengan proyek-proyek yang berfokus pada kawasan premium, seperti di Jakarta Selatan dan Tangerang.
Perusahaan dikenal melalui proyek “The Crest West Vista” dan “The Premiere Residences” yang menargetkan pasar menengah atas.
Baca Juga:
Pemegang saham pengendali utama ROCK adalah PT Griya Inti Sejahtera, yang memiliki 56,23% saham per Juni 2025, menurut laporan keterbukaan informasi di BEI.
Griya Inti Sejahtera dimiliki oleh keluarga besar Rachman, termasuk Faisal Rachman, yang juga menjabat sebagai Presiden Komisaris.
Selain itu, manajemen ROCK dikenal relatif low profile, dengan eksposur media yang sangat terbatas—sesuatu yang justru memicu lebih banyak rumor di pasar modal.
Persaingan Ketat Sektor Properti, ROCK Andalkan Proyek Fokus dan Efisiensi
Dalam lanskap industri properti nasional, ROCK tergolong sebagai pemain kecil bila dibandingkan dengan emiten-emiten mapan.
Seperti PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE), PT Ciputra Development Tbk. (CTRA), dan PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA).
Namun strategi perusahaan yang fokus pada properti dengan konsep boutique development memungkinkan margin keuntungan yang lebih tinggi di tengah kompetisi harga yang ketat.
Laporan riset Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa strategi fokus pada proyek berukuran menengah dengan kualitas premium memberikan perlindungan margin di atas rata-rata industri, yang kini berkisar 18–25%.
“ROCK mungkin kecil, tapi mereka tahu cara bermain di ceruk pasar yang tidak banyak disentuh pemain besar,” ungkap Fathia Rahma, analis properti dari Mirae Asset Sekuritas.
Namun tantangan tetap besar: penjualan properti nasional masih berada di bawah level prapandemi, sementara suku bunga tinggi menekan daya beli rumah pertama.
Dalam kondisi demikian, hanya perusahaan dengan efisiensi operasional tinggi dan diferensiasi produk yang bisa bertahan.
Laporan Keuangan dan Kepemilikan Saham, Apa yang Perlu Diwaspadai Investor?
Dalam laporan keuangan semester I/2025 yang dirilis di laman resmi perusahaan (rockfields.co.id), ROCK mencatatkan penurunan laba bersih sebesar Rp6,82 miliar secara tahunan (YoY), didorong oleh penurunan pendapatan sewa dan naiknya beban operasional.
Total aset perusahaan tercatat sebesar Rp842 miliar, dengan liabilitas jangka panjang sebesar Rp190 miliar dan kas setara kas Rp48 miliar.
Meski secara fundamental perusahaan masih solid, tren penurunan laba bersih tersebut harus menjadi perhatian investor, terutama jika reli harga saham tidak diimbangi dengan kinerja operasional yang stabil.
Berikut ini daftar 15 pemegang saham terbesar ROCK berdasarkan data terakhir per 30 Juni 2025 dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (ksei.co.id):
1. PT Griya Inti Sejahtera – 56,23%
2. PT Prima Propertindo – 7,21%
3. Faisal Rachman – 5,15%
4. Andika Rachman – 4,98%
5. Masyarakat (publik) – 4,55
6. Koperasi Karyawan Rockfields – 3,82%
7. Bank Mega Syariah – 3,14%
8. PT Wahana Investama – 2,96%
9. PT Citra Makmur Properti – 2,75%
10. Samsul Hadi – 2,32%
11. Hartono Widjaja – 1,86%
12. Yayasan Rockfields Peduli – 1,73%
13. Henky Susanto – 1,31%
14. PT Samudra Investindo – 1,18%
15. Investor asing kolektif (nominee) – 0,81%.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Arahbisnis.com dan Belanjaoke.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Delapannews.com dan Apakabarindonesia.com.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Heijakarta.com dan Hallopapua.com.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center














