Oleh: Salamuddin Daeng, Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)
HARIANINVESTOR.COM – .Dunia Barat sekarang ini memperlihatkan keinginannya untuk perang.
Tapi kita tau mereka sedang kere kerenya. Inggris dilanda resesi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Amerika terpaksa menaikkan suku bunga setinggi langit untuk menarik uang dari seluruh dunia, uang 2 triliun dolar untuk membiayai APBN mereka yang bolong.
Sementara The Fed tidak boleh cetak uang dengan modal kertas dan tinta saja karena dilarang.
Seberapapun kuat nya provokasi perang, kalau negaranya sedang kere itu perang akan menjadi bunuh diri alias perang negara gila.
Perang selama ini adalah investasi global yang dijadikan alat untuk mencari uang.
Baca Juga:
Dorong Revolusi Pangan Global, Teknologi “Food Processing” Jepang Tampil di Panggung Dunia
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Perang negara gila adalah menghabiskan uang. Ya memang negara gila itu memang ada?
Sementara perang butuh banyak uang, untuk bayar tentara, beli senjata, untuk makan dan minum semua orang yang terlibat dalam perang.
Sementara uang untuk perang tidak ada. Semua negara sibuk bayar utang. Juga tidak ada swasta lagi yang bisa membiayai perang karena utang swasta juga cukup besar.
Biasanya setiap perang di negara Barat itu ada yang kasih utang untuk perang.
Baca Juga:
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
CGTN: Awal yang Solid dalam Repelita Ke-15 Tiongkok, Apa Maknanya?
Tapi sekarang utang untuk perang sudah tidak menjanjikan masa depan.
Perang untuk merebut tanah, minyak, bahan bakar fosil sudah tidak relevan lagi.
Orang sibuk berebut dunia maya sekarang. Karena dunia maya lebih menjanjikan masa depan.
Lagi pula utang dunia sekarang sudah terlalu banyak. Lebih dari 300 triliun dolar. Dunia yang sangat buruk.
Karena PDB global hanya 90 triliun dolar. Utang sebesar ini karena barat terlalu rakus.
Mereka bukan hanya memakan sumber daya alam yang ada, tapi juga memakan yang belum ada yakni memakan masa depan.
Baca Juga:
ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”
Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026
Sekarang perang besar itu adalah melawan hawa nafsu agar jangan merusak alam.
Perang agar harga minyak naik, perang lagi harga minyak naik, itu sudah berakhir dan tidak ada lagi!
Minyak itu sudah masa lalu. Minyak itu sudah dianggap menantang hukum alam.
Minyak akan membuat reaksi alam sangat besar, bukan hanya akan memusnahkan manusia.
Tapi juga jin jin dan setan setan jahat akan musnah melawan reakasi alam.
Reaksi climate change ini sangat dahsyat. Tidak akan bisa dihindari, tidak akan bisa dimanupulasi. Semua yang menghalangi akan disapu badai!.***








