Begini Penjelasan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja Soal Merger PT BCA Finance dan PT BCA Multi Finance

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 1 Juli 2024 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Direktur BCA,  Jahja Setiaatmadja. (X.com @bankbca)

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja. (X.com @bankbca)

HARIANINVESTOR.COM – PT BCA Finance dan PT BCA Multi Finance, dua anak perusahaan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melakukan merger atau penggabungan perusahaan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk disebut telah memberikan persetujuan untuk melakukan aksi korporasi tersebut.

Menurut perseroan, merger tersebut dilakukan dalam rangka memperkokoh bisnis pembiayaan otomotif.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pascamerger, BCA Finance akan menjadi perusahaan penerima penggabungan (surviving entity).

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa Grup BCA melihat potensi pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan di pasar pembiayaan otomotif.

“Penggabungan ini akan menyatukan potensi terbaik layanan pembiayaan BCA, yang kami harapkan bisa menghasilkan suatu entitas baru yang lebih kokoh, unggul, efisien, dan efektif,” kata Jahja.

Dia juga memastikan, lini bisnis pembiayaan sepeda motor BCA Multi Finance dipastikan tetap hadir di pasar dan menjadi bagian dari BCA Finance.

Sebagai informasi, kedua perusahaan sama-sama bergerak di bidang industri pembiayaan (multifinance).

Namun pada saat ini, BCA Finance fokus pada pembiayaan roda empat, sedangkan BCA Multi Finance mengutamakan pembiayaan roda dua.

Perseroan menyampaikan, merger kedua entitas anak sejalan dengan komitmen Grup BCA dalam melayani konsumen di berbagai segmen pembiayaan otomotif.

Penggabungan kedua entitas diharapkan dapat semakin meningkatkan performa layanan serta kualitas pembiayaan kepada konsumen.

BCA Finance akan melakukan integrasi menyeluruh dengan memperhatikan seluruh pemangku kepentingan termasuk konsumen, kreditor, mitra bisnis, karyawan dan pemegang saham.

Sebagai bagian dari ekosistem Grup BCA, baik BCA Finance maupun BCA Multi Finance akan memastikan bahwa hak-hak karyawan terpenuhi.

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hubungan kerja karyawan BCA Multi Finance akan beralih ke BCA Finance.

Setelah merger efektif berlaku, seluruh konsumen BCA Multi Finance akan beralih status menjadi konsumen BCA Finance.

Konsumen eks-BCA Multi Finance akan mendapatkan fasilitas, manfaat, dan seluruh fitur produk BCA Finance.

Menurut perseroan, tidak ada perubahan layanan atau manfaat pascamerger.

Seluruh konsumen BCA Multi Finance juga tetap dapat melakukan pembayaran angsuran dan pengambilan dokumen di kantor cabang BCA Multi Finance, yang akan berubah nama menjadi BCA Finance.

Saat ini, konsumen BCA Multi Finance tetap dapat menghubungi kantor BCA Multi Finance seperti biasa.

Setelah merger efektif, konsumen BCA Multi Finance yang ingin mendapatkan informasi seputar kredit kendaraan bermotor, pembayaran angsuran, pengambilan dokumen barang jaminan.

Dan/atau layanan/fasilitas pembiayaan lainnya dapat mengakses informasi resmi melalui website BCA Finance dan berbagai kanal informasi BCA Finance lainnya.***

Berita Terkait

Rekomendasi Reksadana Saham bagi Investor Aktif di Aplikasi Reksadana
BSI Mobile Error 2025: Antara Optimalisasi Atau Serangan Siber
BRI Perkuat Fundamental Bisnis Lewat Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan
Saham BBCA Turun di Bawah Rp8.000, Sentimen BLBI Masih Bayangi
IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Aksi Demo Guncang Pasar Saham Indonesia
Bunga BSI Lebih Tinggi dari Bank Konvensional, DPR Minta Transparansi
Isu Akuisisi BCA Hebohkan Publik, Rosan Roeslani Tegas Membantah
Bank Banten Tunjuk Rina Dewiyanti Jadi Komisaris, Kinerja Keuangan Jadi Sorotan

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 15:21 WIB

Rekomendasi Reksadana Saham bagi Investor Aktif di Aplikasi Reksadana

Rabu, 3 September 2025 - 14:32 WIB

BSI Mobile Error 2025: Antara Optimalisasi Atau Serangan Siber

Rabu, 3 September 2025 - 11:31 WIB

BRI Perkuat Fundamental Bisnis Lewat Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan

Selasa, 2 September 2025 - 07:29 WIB

Saham BBCA Turun di Bawah Rp8.000, Sentimen BLBI Masih Bayangi

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:10 WIB

IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Aksi Demo Guncang Pasar Saham Indonesia

Berita Terbaru