HARIANINVESTOR.COM – Penggabungan atau merger PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II (AP I dan II) ditargetkan selesai Juli 2024.
Prosesnya merger keduca perusahaan itu sendiri telah berlangsung sejak tahun lalu.
Penggabungan tersebut meliputi penyelarasan standar operasional prosedur (SOP), sistem IT, keuangan hingga operasional bandara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama InJourney Dony Oskaria menyampaikan hal tersebut di Jakarta, Jumat, 21 Juni 2024.
“Kita harapkan proses itu akan selesai di bulan Juli ini,” ujar Dony
Penggabungan dua entitas ini akan menjadi PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports, sehingga sudah tidak ada lagi AP I dan AP 2.
Aset keduanya juga dialihkan ke Angkasa Pura Indonesia sebagai surviving entity.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Dony menyebut, penggabungan AP I dan AP II menjadikan InJourney Airport sebagai bandara dan operator bandara nomor empat terbesar di dunia.
Operator bandara ini siap melayani 170 juta penumpang per tahun.
“Bulan Juli ini kita mulai muncul satu perusahaan operator airport yang besar dan ini.”
“Akan menjadi nomor empat terbesar di dunia dengan jumlah penumpang itu kita 170 juta per tahun,” katanya.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Angkasa Pura Indonesia diharapkan nantinya bisa menjadi perusahaan pengelola bandara yang mengacu pada best practice di dunia.
Menurut Dony, industri bandara seharusnya sumber pendapatannya berasal dari non-aero.
“Jadi supaya teman-teman ketahui bahwa di dunia itu, industri airport itu, pendapatannya dominan itu seharusnya dari non-aero.”
“Non-aero itu datangnya dari mana, dari retail dan properti dan kita masih belum balance,” ucap Dony.***







