BNI Ungkap Portofolio Perseroan Terkait Industri Hilirisasi Pemerintah Mencapai Sekitar Rp60 Triliun

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 23 Januari 2025 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Tower BNI. (Dok. bni.co.id)

Gedung Tower BNI. (Dok. bni.co.id)

HARIANINVESTOR.COM – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengungkapkan peranannya dalam hal portofolio perseroan terkait industri hilirisasi.

Berdasarkan catatan BNI, upaya perseroan untuk mendukung program hilirisasi pemerintah mecapai sekitar Rp60 triliun.

BNI menyambut baik dan berkomitmen untuk mendukung program hilirisasi tersebut melalui berbagai inovasi dan layanan pembiayaan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyatakan hal tersebut dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/1/2025).

“BNI juga sudah punya eksposur di dalam hilirisasi, antara lain di hilirisasi terkait dengan sektor mineral, batubara, perkebunan, kehutanan.”

“Jadi kami sudah punya portfolio yang kurang lebih Rp60 triliun di sini,” kata Royke Tumilaar.

Sedangkan Direktur Risk Management BNI David Pirzada menyatakan peningkatan portofolio pembiayaan berkelanjutan.

Perseroan tercatat mencapai Rp190,5 triliun pada 2024, atau setara dengan 25 persen dari total kredit perusahaan.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp73,4 triliun dialokasikan untuk pembiayaan hijau dan Rp117 triliun untuk pembiayaan UMKM.

“BNI berkomitmen menjadi mitra strategis bagi para debitur dalam mendukung transisi hijau.”

“Hal ini kami wujudkan melalui peningkatan pembiayaan Sustainability Linked Loan (SLL) yang hingga Desember 2024 mencapai Rp6 triliun,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menerapkan manajemen risiko dalam menyalurkan pembiayaan melalui Climate Risk Stress Test (CRST).

Sesuai panduan Climate Risk Management System (CRMS) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Tahun 2024, penerapan CRST mencakup 50 persen portofolio kredit di enam sektor industri utama dan mortgage.”

“Sedangkan tahun ini akan meningkat hingga 100 persen dari portofolio kredit BNI,” ucap David Pirzada.

Kinerja intermediasi BNI tumbuh positif dan seimbang pada 2024, seiring dengan pemulihan ekonomi nasional.

Dengan pembiayaan tumbuh 11,6 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp775,87 triliun dari Rp695,09 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kredit tersebut didukung oleh segmen korporasi yang naik 17,6 persen dan konsumer yang meningkat 14,5 persen.

Perusahaan anak juga mencatatkan pertumbuhan kredit signifikan sebesar 79,7 persen yoy dengan profitabilitas yang tetap terjaga.

Sementara tingkat kredit macet (non-performing loan/NPL), indikator risiko kredit (loan at risk/LAR), serta credit cost yang masing-masing turun menjadi 2 persen, 10,3 persen, serta 1,1 persen.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Bisnisidn.com dan Koperasipost.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Persda.com dan Jazirahnews.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Heijakarta.com dan Hallopapua.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

 

Berita Terkait

Meningkat Jadi Rp 89,2 Miliar, Laba Semester I 2025 PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS)
Kinerja Solid, BRI Bukukan Laba Rp 26,53 Triliun di Semester I 2025
BUMI Hadapi Laba Anjlok, Investor Global Justru Tambah Saham Emiten Batu Bara Bakrie
FUTR dan Strategi Energi Terbarukan Lippo Bangkitkan Harapan Baru Investor
Buyback Saham Rp 3 Triliun, GoTo Tunjukkan Strategi Profitabilitas Berkelanjutan
Pasar Modal RI Rebound, CSA Index Agustus di Level 82,3
Remala Abadi Perkuat Kepemilikan Saham, Isyaratkan Konsolidasi Digital Nasional
Morris Capital Resmi Masuk, PIPA Bidik Pasar Baru Hingga Asia Pasifik

Berita Terkait

Rabu, 5 November 2025 - 14:34 WIB

Meningkat Jadi Rp 89,2 Miliar, Laba Semester I 2025 PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS)

Kamis, 21 Agustus 2025 - 16:40 WIB

Kinerja Solid, BRI Bukukan Laba Rp 26,53 Triliun di Semester I 2025

Selasa, 19 Agustus 2025 - 09:49 WIB

BUMI Hadapi Laba Anjlok, Investor Global Justru Tambah Saham Emiten Batu Bara Bakrie

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:41 WIB

FUTR dan Strategi Energi Terbarukan Lippo Bangkitkan Harapan Baru Investor

Rabu, 13 Agustus 2025 - 15:07 WIB

Buyback Saham Rp 3 Triliun, GoTo Tunjukkan Strategi Profitabilitas Berkelanjutan

Berita Terbaru