Sinergi BUMN, PT Asuransi Kredit Indonesia dan Peruri Kerja Sama untuk Jamina Proteksi Aset Perusahaan

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 26 Juni 2024 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Graha Askrindo. (Dok. Askrindo.co.id)

Graha Askrindo. (Dok. Askrindo.co.id)

HARIANINVESTOR.COM – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) menandatangani surat perjanjian kerja sama.

Tujuannya untuk mendukung kelancaran kegiatan percetakan uang rupiah dan produk sekuriti lainnya dalam menjamin keamanan aset perusahaan.

Kerja sama itu merupakan langkah Askrindo dalam menyediakan berbagai produk asuransi umum bagi Peruri.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjanjian kerja sama itu ditandatangani dan diwakili oleh Direktur Keuangan Liston Simanjuntak.

Liston pada saat itu merangkap sebagai Plt Direktur Utama Askrindo dan Pelaksana Operasional Harian Kepala Divisi Pengadaan dan Fasilitas Umum Peruri Rezi Syahputra.

Direktur Utama Askrindo Fankar Umran mengatakan hal tersebut melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (26/6/2026).

Proteksi aset Peruri merupakan salah satu wujud sinergi BUMN yang saling memberikan keuntungan.

“Dengan proteksi aset ini, Askrindo memberikan rasa aman pada aset bagi manajemen perusahaan atas risiko-risiko yang tidak terduga lainnya yang berakibat kerugian pada Peruri,” kata Fankar.

Adapun, Askrindo meng-cover penutupan aset Peruri, di antaranya property all risks (PAR), asuransi gempa bumi (earthquake), dan asuransi kendaraan bermotor (motor vehicle).

Objek-objek pertanggungan meliputi aset bangunan dan infrastruktur, mesin, peralatan, persediaan, barang setengah jadi (work in process), produk jadi serta kendaraan bermotor.

Lebih lanjut, Fankar mengatakan asuransi umum merupakan salah satu target Askrindo di 2024.

“Dengan kolaborasi strategis ini diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman terhadap risiko, tetapi juga memperkuat kepercayaan nasabah terhadap layanan kami,” ujar Fankar.

Untuk itu, Askrindo akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global.

Data dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui premi industri asuransi umum pada kuartal I tahun 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 26,1 persen atau Rp32,7 triliun secara year-on-year (yoy).***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Bisnisidn.com dan Mediaemiten.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Apakabarnews.com dan Cantik24jam.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

 

Berita Terkait

Rekomendasi Reksadana Saham bagi Investor Aktif di Aplikasi Reksadana
BSI Mobile Error 2025: Antara Optimalisasi Atau Serangan Siber
BRI Perkuat Fundamental Bisnis Lewat Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan
Saham BBCA Turun di Bawah Rp8.000, Sentimen BLBI Masih Bayangi
IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Aksi Demo Guncang Pasar Saham Indonesia
Bunga BSI Lebih Tinggi dari Bank Konvensional, DPR Minta Transparansi
Isu Akuisisi BCA Hebohkan Publik, Rosan Roeslani Tegas Membantah
Bank Banten Tunjuk Rina Dewiyanti Jadi Komisaris, Kinerja Keuangan Jadi Sorotan

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 15:21 WIB

Rekomendasi Reksadana Saham bagi Investor Aktif di Aplikasi Reksadana

Rabu, 3 September 2025 - 14:32 WIB

BSI Mobile Error 2025: Antara Optimalisasi Atau Serangan Siber

Rabu, 3 September 2025 - 11:31 WIB

BRI Perkuat Fundamental Bisnis Lewat Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan

Selasa, 2 September 2025 - 07:29 WIB

Saham BBCA Turun di Bawah Rp8.000, Sentimen BLBI Masih Bayangi

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:10 WIB

IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Aksi Demo Guncang Pasar Saham Indonesia

Berita Terbaru