Rekomendasi Reksadana Saham bagi Investor Aktif di Aplikasi Reksadana

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 2 Januari 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ingin pertumbuhan aset maksimal di pasar saham? 📈 Cek 5 rekomendasi reksadana saham dengan performa tertinggi tahun ini di Makmur.id

Ingin pertumbuhan aset maksimal di pasar saham? 📈 Cek 5 rekomendasi reksadana saham dengan performa tertinggi tahun ini di Makmur.id

HARIANINVESTOR.COM – Reksadana saham menjadi instrumen yang banyak dipilih oleh investor aktif karena menawarkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan jenis reksadana lainnya.

Melalui aplikasi reksadana, proses investasi kini dapat dilakukan secara lebih praktis, mulai dari memilih produk hingga memantau kinerjanya secara berkala.

Pada tahap ini, pemahaman terhadap karakter produk menjadi aspek yang tidak dapat diabaikan. Dalam konteks investasi digital, reksadana saham di Makmur.id dapat menjadi referensi bagi Anda yang ingin menjalankan investasi reksadana secara aktif dengan data kinerja dan dana kelolaan yang tersedia secara transparan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut ini adalah lima rekomendasi reksadana saham yang dapat dipertimbangkan berdasarkan kinerja satu tahun dan besaran dana kelolaan.

1. Sucorinvest Maxi Fund

Sebagai pembuka daftar rekomendasi, Sucorinvest Maxi Fund mencatatkan kinerja satu tahun sebesar +57,82 persen dengan dana kelolaan Rp200,48 miliar.

Angka ini menunjukkan hasil yang sangat kompetitif dalam periode satu tahun terakhir. Reksadana ini dikelola dengan pendekatan aktif, sehingga strategi investasi dapat disesuaikan dengan kondisi pasar saham yang dinamis. Bagi investor aktif, karakter tersebut memungkinkan potensi pertumbuhan yang lebih optimal.

Namun, kinerja tinggi ini tetap perlu dipantau secara berkala karena pergerakan pasar saham dapat berubah dalam waktu singkat.

2. Bahana Icon Syariah Kelas G

Rekomendasi berikutnya adalah Bahana Icon Syariah Kelas G dengan kinerja satu tahun sebesar +55,29 persen dan dana kelolaan Rp56,77 miliar.

Reksadana ini dikelola berdasarkan prinsip syariah, sehingga pemilihan sahamnya mengacu pada ketentuan yang berlaku. Produk ini relevan bagi investor aktif yang menginginkan eksposur saham dengan pendekatan syariah.

Tingginya kinerja menunjukkan bahwa strategi syariah tetap mampu memberikan hasil yang kompetitif. Meski demikian, evaluasi berkala tetap diperlukan untuk memastikan kinerja selaras dengan tujuan investasi.

3. Sucorinvest Sharia Equity Fund

Selanjutnya, Sucorinvest Sharia Equity Fund mencatatkan kinerja satu tahun sebesar +35,46 persen dengan dana kelolaan mencapai Rp438,63 miliar.

Besarnya dana kelolaan mencerminkan tingkat kepercayaan investor terhadap produk ini. Reksadana ini berfokus pada saham-saham syariah dengan pendekatan diversifikasi yang terukur.

Bagi investor aktif, produk ini dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari portofolio saham syariah yang lebih seimbang. Walaupun kinerjanya positif, pemantauan terhadap komposisi portofolio tetap diperlukan untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar.

4. Sucorinvest Sustainability Equity Fund

Sebagai rekomendasi keempat, Sucorinvest Sustainability Equity Fund mencatatkan kinerja satu tahun sebesar +34,94 persen dengan dana kelolaan Rp31,76 miliar.

Reksadana ini mengedepankan pemilihan saham berdasarkan aspek keberlanjutan, termasuk praktik bisnis dan tata kelola perusahaan.

Pendekatan ini relevan bagi investor aktif yang mempertimbangkan faktor nonfinansial dalam pengambilan keputusan. Kinerja yang dicapai menunjukkan bahwa pendekatan keberlanjutan tetap mampu memberikan hasil yang kompetitif. Namun, investor tetap perlu memahami bahwa fokus keberlanjutan tidak menghilangkan risiko pasar saham secara keseluruhan.

5. Sucorinvest Equity Fund Kelas A

Menutup daftar rekomendasi, Sucorinvest Equity Fund Kelas A mencatatkan kinerja satu tahun sebesar +30,29 persen dengan dana kelolaan Rp3,24 triliun. Skala dana kelolaan yang besar menunjukkan rekam jejak pengelolaan yang panjang dan kepercayaan investor yang luas.

Produk ini memiliki portofolio yang lebih terdiversifikasi sehingga dapat menjadi fondasi dalam strategi investasi saham jangka menengah hingga panjang. Bagi investor aktif, stabilitas pengelolaan menjadi nilai tambah, meskipun tetap diperlukan evaluasi rutin terhadap kinerjanya.

Kelima reksadana saham yang dibahas menunjukkan kinerja satu tahun yang tinggi dengan karakter dan pendekatan pengelolaan yang berbeda.

Melalui aplikasi reksadana, seluruh data tersebut dapat diakses secara transparan sehingga membantu Anda dalam menyusun strategi investasi yang lebih terukur.

Namun, perlu dipahami bahwa meskipun peningkatan kinerja reksadana saham terlihat signifikan, instrumen ini tetap memiliki risiko pasar yang tidak dapat dihindari.

Oleh karena itu, pengawasan portofolio dan pengambilan keputusan yang tepat menjadi hal yang sangat penting.

Dengan memahami karakter masing-masing produk dan melakukan evaluasi secara berkala, investasi reksadana saham dapat dijalankan secara lebih disiplin dan selaras dengan tujuan keuangan yang telah ditetapkan.***

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
BSI Mobile Error 2025: Antara Optimalisasi Atau Serangan Siber
BRI Perkuat Fundamental Bisnis Lewat Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan
Saham BBCA Turun di Bawah Rp8.000, Sentimen BLBI Masih Bayangi
IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Aksi Demo Guncang Pasar Saham Indonesia
Bunga BSI Lebih Tinggi dari Bank Konvensional, DPR Minta Transparansi
Isu Akuisisi BCA Hebohkan Publik, Rosan Roeslani Tegas Membantah
Bank Banten Tunjuk Rina Dewiyanti Jadi Komisaris, Kinerja Keuangan Jadi Sorotan

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 15:21 WIB

Rekomendasi Reksadana Saham bagi Investor Aktif di Aplikasi Reksadana

Jumat, 5 Desember 2025 - 19:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Rabu, 3 September 2025 - 14:32 WIB

BSI Mobile Error 2025: Antara Optimalisasi Atau Serangan Siber

Rabu, 3 September 2025 - 11:31 WIB

BRI Perkuat Fundamental Bisnis Lewat Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan

Selasa, 2 September 2025 - 07:29 WIB

Saham BBCA Turun di Bawah Rp8.000, Sentimen BLBI Masih Bayangi

Berita Terbaru