LONJAKAN harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) ke level tertinggi Rp317.950 per saham pada 23 Juli 2025 menyita perhatian bursa setelah suspensi sehari sebelumnya.
Harga saham yang melonjak lebih dari 100% dalam sebulan menimbulkan rumor tentang ekspansi besar-besaran ke Asia Tenggara yang dikaitkan dengan strategi memperkuat jaringan cloud hyperscale.
Direktur Utama DCI Toto Sugiri sendiri belum memberikan pernyataan resmi soal rencana akuisisi maupun pembangunan fasilitas baru di Filipina dan Vietnam yang disebut-sebut di pasar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagai pemain utama di industri data center, kami selalu terbuka untuk pertumbuhan regional dengan tetap mempertahankan profitabilitas,” kata Sugiri.
Bursa Efek Indonesia memasukkan saham DCII ke kategori Unusual Market Activity (UMA) sejak 17 Juli 2025 untuk mengingatkan investor tentang potensi risiko volatilitas.
Strategi Ekspansi Hijau, Pasar Tiongkok–ASEAN Jadi Incaran Baru
Jarang diketahui publik, DCI dalam Laporan Berkelanjutan 2024 menyebutkan target menambah kapasitas sebesar 150MW hingga 2027, termasuk di kawasan Tiongkok Selatan melalui joint venture.
Baca Juga:
Rekomendasi Reksadana Saham bagi Investor Aktif di Aplikasi Reksadana
SEG Solar Mulai Bangun Pabrik Ingot dan Wafer Berkapasitas 3 GW di Indonesia
Laporan Tahunan 2024 mengungkap kontribusi pelanggan hyperscale mencapai 75% pendapatan, dengan komitmen tambahan kontrak jangka panjang dari tiga raksasa cloud global.
Strategi ekspansi hijau menjadi sorotan karena DCI berencana menggunakan 100% energi terbarukan pada 2030, termasuk melalui pembangkit solar farm di Cikarang.
Pangsa pasar domestik DCI saat ini diperkirakan mencapai 48% di segmen data center kelas Tier IV, jauh di atas pesaing utama seperti Telkom Sigma Data Center dan NTT Data Indonesia.
Toto Sugiri dan Anthoni Salim, Duet Investor Strategis di Balik DCII
Pemegang saham pengendali DCI adalah Toto Sugiri, pakar teknologi Indonesia, dengan kepemilikan langsung dan tidak langsung melalui PT Indointernet Tbk (Indonet) sebesar 30,74%.
Baca Juga:
Asossiasi Investor Relations Hadir Siap Tingkatkan Profesional IR.
Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Cara Isi Saldo PayPal dari BRI via Jasa Top Up di Epayu (Update 2025)
Grup Salim melalui PT Indointernet Tbk juga menjadi pemegang saham strategis lain, bersama investor institusi seperti GIC (singapura) yang masuk lewat skema private placement.
Sugiri dikenal sebagai “bapak internet Indonesia” yang sebelumnya mendirikan Indonet, penyedia layanan internet komersial pertama di tanah air.
Menurut IDX, kepemilikan publik (free float) saat ini tercatat sebesar 19,41%, mencerminkan masih terbatasnya likuiditas saham DCII di pasar.
Kinerja Keuangan Stabil, Permintaan Data Center Dorong Laba Bersih
Laporan Keuangan Audited 2024 mencatat pendapatan bersih DCII sebesar Rp1,52 triliun, naik 38% YoY, dengan laba bersih Rp618 miliar atau naik 42% YoY.
Aset perusahaan meningkat menjadi Rp7,4 triliun dengan rasio utang terhadap ekuitas tetap sehat di kisaran 0,45x, mencerminkan struktur permodalan konservatif.
Laporan Berkelanjutan 2024 menyoroti keberlanjutan operasional lewat efisiensi energi, manajemen limbah, dan sertifikasi green building untuk fasilitas baru.
Baca Juga:
Industri data center nasional diproyeksikan tumbuh rata-rata 23% CAGR hingga 2030, dengan tren digitalisasi dan penetrasi cloud yang meningkat pascapandemi.
Dari Indonet ke DCI, Pionir Tier IV yang Mendominasi Pasar Domestik
PT DCI Indonesia Tbk (kode saham: DCII) didirikan pada 18 Juli 2011 oleh Toto Sugiri sebagai operator data center berstandar global pertama di Indonesia.
DCII bergerak di bidang layanan penyewaan ruang data center dengan spesifikasi Tier III dan Tier IV, menawarkan colocation, managed services, hingga interkoneksi cloud.
Sejak IPO pada 6 Januari 2021, DCII menjadi salah satu saham paling premium di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar di atas Rp90 triliun.
Daftar 15 Pemegang Saham Terbesar DCII per Juli 2025
1. Toto Sugiri – 25,36%
2. PT Indointernet Tbk – 5,38%
3. PT Bangun Abadi Teknologi – 10,52%
4. GIC Private Limited – 8,21%
5. Anthoni Salim – 5,16%
6. PT Data Center Investama – 4,82%
7. Vanguard Group Inc – 2,74%
8. BlackRock Inc – 2,61%
9. Fidelity Management – 1,93%
10. Morgan Stanley Asia – 1,88%
11. PT Bahana Sekuritas – 1,57%
12. Dimensional Fund Advisors – 1,24%
13. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk – 1,09%
14. Schroders Investment Management – 0,92%
15. HSBC Holdings Plc – 0,81%***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoemiten.com dan Panganpost.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoseru.com dan Poinnews.com.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatengraya.com dan Hallobandung.com.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center












