Kwik Kian Gie Wafat, Prabowo: Indonesia Kehilangan Ikon Ekonomi Konstitusi

Dalam kenangan penuh makna, Prabowo menyebut Kwik sebagai tokoh pemikir langka yang konsisten perjuangkan Pasal 33 dan ekonomi kerakyatan berbasis keadilan sosial.

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 31 Juli 2025 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tokoh ekonomi nasional, Kwik Kian Gie. (Facebook.com @Setkab RI)

Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tokoh ekonomi nasional, Kwik Kian Gie. (Facebook.com @Setkab RI)

PRESIDEN Prabowo Subianto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tokoh ekonomi nasional, Kwik Kian Gie, dalam suasana penuh hormat dan keharuan saat melayat ke Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (30/7/2025).

“Beliau tokoh bangsa yang sangat berjasa, pemikirannya selalu konsisten membela ekonomi Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945,” ujar Prabowo tegas kepada awak media.

Dalam era ekonomi global yang makin liberal, Kwik menjadi satu dari sedikit tokoh yang terus lantang menegakkan prinsip konstitusi ekonomi nasional yang berbasis keadilan sosial.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nama Kwik tak sekadar harum sebagai ekonom teknokrat, melainkan simbol perlawanan terhadap arus pasar bebas yang kerap mengorbankan kepentingan rakyat kecil demi oligarki.

Di tengah atmosfer duka, Prabowo tak segan menegaskan bahwa Indonesia kehilangan satu dari segelintir putra bangsa yang tetap konsisten pada garis ideologis ekonomi kerakyatan.

Ekonomi Konstitusi: Gagasan Kwik yang Tak Pernah Usang Ditelan Zaman

Selama lebih dari lima dekade, Kwik Kian Gie konsisten memperjuangkan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan rakyat sebagai pemilik sah kekayaan nasional.

Ia kerap mengingatkan bahwa prinsip “bumi dan air serta kekayaan alam dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat” bukan sekadar teks mati.

Pandangan ini ia gaungkan sejak menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri di era Presiden Abdurrahman Wahid hingga masa pensiun intelektualnya.

Kwik kerap mengkritik kebijakan neoliberalisme yang membuka akses investor asing tanpa perlindungan cukup bagi pelaku usaha nasional dan petani lokal.

Dalam satu catatan publikasinya, ia menyoroti bagaimana privatisasi BUMN kerap dibungkus jargon efisiensi, namun dalam praktiknya menyusutkan peran negara dalam sektor-sektor strategis.

Dialog Terakhir Lewat WhatsApp: Tanda Konsistensi Hingga Menjelang Wafat

Prabowo Subianto mengungkap bahwa beberapa hari sebelum wafat, Kwik masih mengirim pesan lewat WhatsApp yang berisi nasihat dan saran kebijakan.

“Beliau masih sempat kirim WA, memberi saran ekonomi, itu menunjukkan semangatnya untuk bangsa tak pernah padam,” ujar Prabowo mengenang.

Di tengah kesibukan dan keterbatasan fisik, Kwik masih berpikir tentang masa depan negeri, mencerminkan watak negarawan yang tak mencari panggung.

Pesan terakhir itu menunjukkan bahwa perjuangan ideologis Kwik bukan gimmick politik musiman, melainkan prinsip hidup yang dipegang hingga akhir hayat.

Kedekatan personal dengan Prabowo juga menunjukkan bahwa perbedaan politik tak menghalangi penghormatan atas gagasan besar yang dibangun demi negeri.

Kwik di Panggung Sejarah: Tekad Melawan Oligarki, Tegakkan Marwah Ekonomi Nasional

Kwik Kian Gie adalah mantan Kepala Bappenas, Menteri Ekonomi, dan Wakil Ketua MPR, yang dikenal berani menghadapi elite bisnis dan pejabat serakah.

Ia menyuarakan dengan lantang perlunya pembatasan kekuasaan konglomerat, yang menurutnya terlalu dominan dalam menyetir arah kebijakan ekonomi.

Dosen senior ekonomi dari Universitas Paramadina, Dr. Yusuf Wibisono, menilai Kwik sebagai “ikon terakhir ekonomi Pancasila yang punya nyali menantang dominasi pasar.”

Menurut Yusuf, “Indonesia butuh lebih banyak ekonom dengan keberanian seperti almarhum, karena saat ini kebijakan makin pro pasar tanpa memikirkan pemerataan.”

Kwik wafat pada 28 Juli 2025 di RS Medistra, dalam usia 90 tahun, setelah beberapa minggu menjalani perawatan intensif karena komplikasi jantung dan paru.

Jenazah disemayamkan di RSPAD dengan upacara kehormatan, dihadiri para tokoh nasional termasuk Jenderal (Purn) Wiranto, Letjen (Purn) Terawan, dan Mayjen (Purn) Glenny Kairupan.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Arahnews.com dan Haloagro.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Sentranews.com dan Indonesiaraya.co.id.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hellojateng.com dan Hariankarawang.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Uang Rakyat Jadi Ladang Korupsi: Skandal Taspen dan Investasi Ilusi
Skandal Korupsi PPT ET: Jerat Baru di Jantung Investasi RI–Jepang
Korupsi Migas Rp Triliunan, Kejagung Kejar Riza Chalid Sampai Malaysia
Gunawan Yusuf dan Sugar Group: Gula, Sekolah, dan Diplomasi Air Bersih
Kejagung Cegah Dua Bos SGC, Zarof Ngaku Terima Uang Kasasi
Komisaris PT PAL Terlibat Korupsi Kredit Investasi BNI di Palembang
Kasus Chromebook Membuka Dugaan Konflik Investasi Google di Gojek-GoTo
Aset Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang Negara Demi Pemulihan Dana Jiwasraya

Berita Terkait

Jumat, 1 Agustus 2025 - 06:32 WIB

Uang Rakyat Jadi Ladang Korupsi: Skandal Taspen dan Investasi Ilusi

Kamis, 31 Juli 2025 - 09:12 WIB

Kwik Kian Gie Wafat, Prabowo: Indonesia Kehilangan Ikon Ekonomi Konstitusi

Kamis, 31 Juli 2025 - 08:29 WIB

Skandal Korupsi PPT ET: Jerat Baru di Jantung Investasi RI–Jepang

Kamis, 31 Juli 2025 - 08:04 WIB

Korupsi Migas Rp Triliunan, Kejagung Kejar Riza Chalid Sampai Malaysia

Senin, 28 Juli 2025 - 11:11 WIB

Gunawan Yusuf dan Sugar Group: Gula, Sekolah, dan Diplomasi Air Bersih

Berita Terbaru