![]() |
SINGAPURA, 18 Januari 2026 /PRNewswire/ — Kerry, pemimpin pasar solusi cita rasa makanan dan nutrisi di dunia, telah meluncurkan Supplements Taste Charts 2026 untuk Asia Pasifik dan Timur Tengah. Lewat laporan ini, Kerry menyoroti dinamika selera cita rasa produk makanan dan minuman di kedua kawasan tersebut, serta tren suplemen dan nutrisi olahraga yang semakin berorientasi pada cita rasa dan gaya hidup.

Consumers are moving away from traditional pills toward more flavour-forward formats such as gummies.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika (APMEA), produk suplemen semakin menyatu dengan rutinitas kesehatan konsumen sehari-hari, bukan hanya produk pelengkap yang dikonsumsi sesekali. Konsumen kini mengutamakan sejumlah manfaat, seperti kualitas tidur, imunitas, pencernaan, manajemen stres, energi, dan keseimbangan emosional. Di sisi lain, cita rasa dan tekstur kian menjadi pertimbangan konsumen untuk membeli produk secara berkala dan mengonsumsi produk dalam jangka panjang.
Nilai pasar suplemen global diproyeksikan mencapai US$107 miliar pada 2029, dan kawasan APMEA terus menunjukkan pertumbuhan positif. Tiongkok, India, Asia Tenggara, dan Timur Tengah mendorong tingkat penggunaan suplemen. Tren tersebut didukung oleh sikap konsumen yang semakin melek kesehatan, gaya hidup yang semakin sibuk, serta minat yang bertambah besar terhadap produk nutrisi yang dirancang sesuai kebutuhan.
Tren yang Mengutamakan Cita Rasa telah Merombak Pasar Suplemen
Konsumen mulai beralih dari pil konvensional ke format yang lebih mengutamakan cita rasa, seperti gummy, permen kunyah, campuran minuman, strip larut, dan campuran bubuk. Untuk itu, cita rasa berperan penting menutupi rasa pahit dari bahan-bahan fungsional, membangun koneksi emosional, serta memberi kesan alami atau efektif. Tiga tren utama menyangkut cita rasa produk mengemuka di Asia Pasifik dan Timur Tengah:
"Simplicity Amplified"
Konsumen semakin tertarik pada transparansi dan bahan-bahan yang asli. Rasa yang terinspirasi dari bahan pangan alami, nabati, nuansa fermentasi, serta profil rasa yang agak manis atau asam mencerminkan kemurnian dan kesederhanaan yang bernutrisi tinggi. Cita rasa populer meliputi sitrun, yuzu, jahe, kunyit, matcha, elderflower, produk susu fermentasi, dan yogurt. Profil cita rasa tersebut selaras dengan format suplemen modern yang mendukung persepsi tentang manfaat kesehatan dari sebuah produk.
"Category Crashers"
Setelah batas waktu makan dan rutinitas mengalami pergeseran, konsumen tidak lagi terpaku pada kategori produk makanan, minuman, atau suplemen biasa. Tren "Category Crashers" menyoroti kemunculan produk hibrida yang memadukan berbagai kategori, seperti energy bar gurih, suplemen bergaya permen, bumbu terinspirasi kopi, dan inovasi lain. Produk-produk ini menampilkan format kreatif dan kombinasi yang benar-benar baru sehingga mencerminkan pola konsumsi masa kini.
"Maximalist Flavour"
Tren cita rasa maksimal mengemuka pada 2026, sebab konsumen muda menginginkan cita rasa yang kuat dan berlapis dengan dampak sensoris tinggi. Profil cita rasa bergaya dessert, sensasi asam yang intens, sentuhan pedas, serta kombinasi rasa seperti tiramisu–passionfruit atau brownie chocolate menciptakan pengalaman rasa yang intens dan berkesan. Tren ini memperkuat posisi produk suplemen sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar kewajiban fungsional.
Dalam konteks ini, produk nutrisi olahraga juga berkembang melampaui atlet profesional, menjangkau konsumen aktif yang mengharapkan rasa yang sepadan dengan fungsi produk. Tren "Simplicity Amplified" tecermin dari produk citrus hydration blends yang menyegarkan, produk pemulihan tubuh dari bahan nabati, serta rasa susu alami pada produk tinggi protein. Tren "Category Crashers" menghadirkan profil cita rasa ala kafe, elektrolit terinspirasi minuman soda, dan energy shot beraroma buah. Sementara, tren Maximalist Flavour tampak pada produk pre-workout dengan rasa asam atau pedas ekstrem serta kombinasi rasa berlapis pada produk protein shake.
"Konsumen APMEA memiliki lebih banyak ekspektasi terhadap produk kesehatan proaktif—bukan hanya manfaat yang didukung secara ilmiah, namun juga cita rasa yang menggugah," ujar Olivier De Salmiech, Vice President, Health & Therapies, Kerry Asia Pasifik, Timur Tengah & Afrika. "Ketika memiliki rasa yang lezat, manfaat berbasiskan sains, dan mudah menyatu dalam kehidupan sehari-hari, produk suplemen berubah menjadi ritual kesehatan yang sangat digemari konsumen."





