HARIANINVESTOR.COM – Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi membeberkan lansung kondisi likuiditas BSI tekini usai Muhammadiyah melakukan penarikan dana.
Diketahui, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memutuskan untuk mengalihkan dananya dari BSI ke beberapa bank syariah lain.
Pada Rabu (5/6/2024), Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal Anwar Abbas menanggapi isu yang bergulir di masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia mengungkapkan bahwa porsi penempatan dana Muhammadiyah terlalu banyak di BSI, sementara penempatan dana di bank-bank syariah lain masih sedikit.
Hal itu secara bisnis dapat menimbulkan risiko konsentrasi (concentration risk).
Muhammadiyah, tegas Anwar, memiliki komitmen yang tinggi untuk mendukung perbankan syariah.
Oleh sebab itu, organisasi Islam itu terus melakukan rasionalisasi dan konsolidasi terhadap masalah keuangannya.
Baca Juga:
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Dorong Kompetensi Profesional Industri Keuangan
Sundown Markette 2026 GBK Jakarta Berakhir 14 Maret, Ribuan Pengunjung Hadir
Roborock Jadi Merek Robot Pembersih Pintar No. 1 di Dunia Menurut IDC
Menanggapi hal tersebut Dirut BSI Hery Gunardi memastikan bahwa kondisi likuiditas perseroan hingga saat ini tetap memadai (ample).
Hery merespon isu penarikan dana Muhammadiyah dari bank syariah yang dipimpinnya itu.
“Likuiditas kita ample, ya, cukup solid. Solid,” kata Hery saat dijumpai media usai konferensi pers “BSI International Expo” di Jakarta, Jumat (14/6/2024)
Sebelumnya pada Senin (10/6/2024), Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae juga telah memastikan bahwa BSI saat ini masih sangat likuid.
Baca Juga:
[MWC 2026] GSMA Luncurkan Spesifikasi Pengalaman Aplikasi “AI Calling Native”
Webinar PROPAMI Bahas Navigasi Regulasi dan Peluang Investasi di Pasar Modal
Kiprah GBA Selama 10 Tahun Terakhir: Persatuan, Pertumbuhan, dan Peluang Tanpa Batas
Sehingga tidak ada isu yang perlu dikhawatirkan terkait dengan masalah penarikan dana Muhammadiyah.
Dari sisi normatif, menurut Dian, penarikan dana dari bank sebetulnya peristiwa yang biasa terjadi.
Selama bank memenuhi kecukupan dana apabila pihak ketiga sewaktu-waktu ingin menarik dananya.
Terkait hubungan antara BSI dan Muhammadiyah, Dian mengatakan bahwa permasalahan tersebut merupakan tugas manajemen dan pemegang saham pengendali untuk menyampaikan komunikasi yang lebih baik kepada publik.
Dian berharap, isu penarikan dana Muhammadiyah dari BSI dapat diselesaikan oleh pihak terkait dengan segera.
Sehingga tidak banyak menimbulkan spekulasi yang tidak perlu di masyarakat.***
Baca Juga:
Haier Biomedical Gelar European Partner Summit di Roma, Memperkuat Strategi “In Europe, for Europe”
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Duniaenergi.com dan Emitentv.com
Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Lingkarin.com dan Apakabarjabar.com
Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)
WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.
Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.








