PT Kimia Farma Tbk Ungkap 4 Isu yang Jadi Tantangan, Termasuk Pelanggaran Integritas Kimia Farma Apotek

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 26 Juni 2024 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Kimia Farma Tbk,  Lina Sari. (Dok. Kimiafarma.co.id)

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Kimia Farma Tbk, Lina Sari. (Dok. Kimiafarma.co.id)

HARIANINVESTOR.COM – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menyatakan komitmen untuk melakukan pembenahan terhadap operasional dalam rangka menuju profitabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan.

Manajemen KAEF menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. (RUPST)

Terdapat empat isu utama yang masih menjadi tantangan, yaitu pertama, belum optimalnya komersialisasi dan kedua, rasionalisasi pabrik.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian, ketiga yaitu portofolio produk yang belum optimal, dan keempat, dugaan pelanggaran integritas penyediaan data keuangan di anak usaha yaitu Kimia Farma Apotek (KFA).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KAEF Lina Sari  menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/6/2024)

“Kami telah berhasil mengidentifikasi faktor-faktor tersebut, kemudian kami mengambil langkah-langkah strategis untuk membenahinya.”

“Harapannya, perseroan dapat membukukan kinerja yang lebih baik pada tahun 2024 dan ke depan,” ujar Lina.

Lina menjelaskan rencana transformasi perseroan untuk memperkuat operasional dan peningkatan profitabilitas.

Dilakukan bersama- sama dengan Project Management Office (PMO) Restrukturisasi Keuangan dan Reorientasi Bisnis yang dibentuk Kementerian BUMN (KBUMN).

Memperkuat Operasional dan Peningkatan Profitabilitas.

Adapun, penguatan tersebut nantinya menjadi landasan strategi portofolio bisnis di berbagai segmen, di antaranya:

Pertama, pada segmen manufaktur, rasionalisasi fasilitas produksi untuk peningkatan utilitas pabrik dan efisiensi.

Maka akan dilakukan penataan fasilitas produksi KAEF Group dari 10 menjadi 5 pabrik, penataan portfolio produk dan penguatan marketing & sales.

Kedua, pada segmen trading melalui peningkatan service level pemenuhan pesanan hingga 85 persen peningkatan portofolio bermargin tinggi dan alat kesehatan, serta perluasan channel.

Ketiga, pada segmen ritel melalui pengendalian persediaan dan kas serta penguatan portofolio produk.

Keempat, pada segmen servis melalui peningkatan service quality di Klinik dan Laboratorium serta perluasan portofolio layanan.

Untuk menopang kinerja tahun 2024, lanjutnya, perseroan akan terus melakukan perbaikan operasional, pengendalian biaya, penguatan GCG.

Serta mengalokasikan belanja modal (capex) yang dominan untuk pengembangan bisnis Kimia Farma Apotek.

Adapun, anggaran tersebut akan digunakan untuk kegiatan operasional bisnis, perpanjangan sewa, relokasi outlet, dan rebranding.

Sedangkan, segmen manufaktur mengalokasikan belanja modal yang akan digunakan untuk mendukung operasional pabrik.

Targetkan Penjualan Naik Sebanyak  2 Kali Lipat

“KAEF menargetkan penjualan tahun 2024 tumbuh dua digit dibandingkan dengan realisasi tahun 2023,” ujar Lina.

Setelah RUPST, susunan dewan komisaris dan dewan direksi perseroan saat ini adalah:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Fachmi Idris
Komisaris Independen: Musthofa Fauzi
Komisaris Independen: Diah Kusumawardani

Komisaris: Wiku Adisasmito
Komisaris: Dwi Ary Purnomo
Komisaris: Rendi Witular
Komisaris: Darwin Wibowo

Dewan Direksi
Direktur Utama: Djagad Prakasa Dwialam
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Lina Sari
Direktur Sumber Daya Manusia: Disril Revolin Putra

Direktur Produksi dan Supply Chain: Hadi Kardoko
Direktur Komersial: Chairani Harahap
Direktur Portofolio, Produk dan Layanan: Jasmine Kamiasti Karsono.***

Berita Terkait

Meningkat Jadi Rp 89,2 Miliar, Laba Semester I 2025 PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS)
Kinerja Solid, BRI Bukukan Laba Rp 26,53 Triliun di Semester I 2025
BUMI Hadapi Laba Anjlok, Investor Global Justru Tambah Saham Emiten Batu Bara Bakrie
FUTR dan Strategi Energi Terbarukan Lippo Bangkitkan Harapan Baru Investor
Buyback Saham Rp 3 Triliun, GoTo Tunjukkan Strategi Profitabilitas Berkelanjutan
Pasar Modal RI Rebound, CSA Index Agustus di Level 82,3
Remala Abadi Perkuat Kepemilikan Saham, Isyaratkan Konsolidasi Digital Nasional
Morris Capital Resmi Masuk, PIPA Bidik Pasar Baru Hingga Asia Pasifik

Berita Terkait

Rabu, 5 November 2025 - 14:34 WIB

Meningkat Jadi Rp 89,2 Miliar, Laba Semester I 2025 PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS)

Kamis, 21 Agustus 2025 - 16:40 WIB

Kinerja Solid, BRI Bukukan Laba Rp 26,53 Triliun di Semester I 2025

Selasa, 19 Agustus 2025 - 09:49 WIB

BUMI Hadapi Laba Anjlok, Investor Global Justru Tambah Saham Emiten Batu Bara Bakrie

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:41 WIB

FUTR dan Strategi Energi Terbarukan Lippo Bangkitkan Harapan Baru Investor

Rabu, 13 Agustus 2025 - 15:07 WIB

Buyback Saham Rp 3 Triliun, GoTo Tunjukkan Strategi Profitabilitas Berkelanjutan

Berita Terbaru