Kinerja Hillcon Tangguh, Target Ekspansi 2026 Dorong Optimisme Bursa

Batubara stabil, segmen nikel tumbuh, rencana IPO unit bisnis & ESG roadmap jadi bahan pertimbangan investor baru.

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 24 Juli 2025 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Armada modern Hillcon di tambang batubara jadi tulang punggung kontrak besar & pangsa pasar nasional. (Dok. hillcon.co.id)

Armada modern Hillcon di tambang batubara jadi tulang punggung kontrak besar & pangsa pasar nasional. (Dok. hillcon.co.id)

PT HILLCON Tbk (HILL), emiten kontraktor tambang batubara nasional, kembali mencuri perhatian bursa pada 21 Juli 2025 ketika pengendalinya, PT Hillcon Equity Management, melepas 36 juta saham di harga Rp290 per lembar senilai Rp10,44 miliar.

Meski aksi jual ini menyusul penjualan sebelumnya 51,1 juta saham pada akhir Juni 2025, pengendali tetap memegang mayoritas dengan porsi kepemilikan 55,06% atau 8,116 miliar lembar.

Saham HILL di pasar tidak banyak bergeming, ditutup stagnan di Rp266 pada hari yang sama, mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental perusahaan di tengah gejolak harga batubara global.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami masih komit untuk memperkuat posisi di industri tambang sambil membuka ruang investor baru,” ujar perwakilan Hillcon melalui situs resmi perseroan

Strategi Diversifikasi Bisnis dan Rencana Ekspansi ke Segmen Nikel

Di luar sorotan pasar, Hillcon tengah menjalankan strategi diversifikasi dengan rencana ekspansi kontraktor tambang ke segmen nikel, seiring permintaan nikel dari industri kendaraan listrik.

Menurut dokumen rencana kerja 2025, Hillcon menargetkan pertumbuhan kontrak nikel 20% dalam dua tahun, selain mempertahankan kontribusi batubara yang saat ini masih dominan 85% terhadap pendapatan.

Fakta menarik yang jarang diungkap adalah rencana IPO salah satu anak usaha pada 2026 yang bergerak di bisnis logistik pertambangan, yang sudah dalam tahap due diligence.

Hillcon juga meningkatkan komitmen ESG dengan target penurunan emisi operasional 10% hingga 2027, seperti disampaikan pada laporan berkelanjutan tahun 2024 (OJK).

Hillcon Equity Management: Si Pengendali yang Tak Pernah Tinggalkan Kendali

PT Hillcon Equity Management adalah pemilik pengendali HILL, perusahaan investasi keluarga pendiri yang berbasis di Jakarta, dengan sejarah panjang sejak berdirinya Hillcon pada 1995.

Hillcon Equity dipimpin oleh keluarga Anthony, yang tercatat juga memiliki portofolio di properti industri dan logistik, serta menjadi penyandang dana utama ekspansi ke luar negeri.

Meski melepas sebagian kecil saham di publik, Hillcon Equity dinilai analis masih sangat kuat dalam arah strategi bisnis dan tata kelola HILL secara keseluruhan.

Posisi Hillcon di Industri Kontraktor Tambang Nasional

Hillcon berada di posisi 3 besar kontraktor tambang batubara Indonesia berdasarkan volume overburden removal, di bawah PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) dan PT Pamapersada Nusantara (PAMA).

Dengan pangsa pasar kontrak sekitar 12%, Hillcon masih cukup solid di segmen tambang menengah-besar, dan diperkirakan tumbuh sejalan target produksi batubara nasional yang stabil di 600 juta ton.

Pesaing utama Hillcon saat ini agresif mengincar proyek-proyek nikel, yang menjadi alasan utama Hillcon mempercepat diversifikasi ke logam tersebut dalam waktu dekat.

Kinerja Keuangan Terbaru Tetap Positif di Tengah Harga Batubara Turun

Berdasarkan laporan keuangan Q1 2025, Hillcon mencatat pendapatan Rp2,9 triliun, naik 4% yoy, dengan laba bersih Rp420 miliar, margin laba bersih 14%.

Total aset per Maret 2025 mencapai Rp11,2 triliun dengan liabilitas Rp4,5 triliun, menghasilkan debt-to-equity ratio relatif konservatif di 0,65x.

Laporan tahunan 2024 juga menunjukkan pertumbuhan kontrak jangka panjang 11% dan komitmen pembaruan armada dengan capex Rp1,2 triliun hingga 2026.

Sejarah Singkat, Profil Usaha, dan Pemegang Saham Terbesar

PT Hillcon Tbk resmi didirikan pada 4 Februari 1995 di Jakarta, bergerak di bidang jasa kontraktor pertambangan dan konstruksi jalan tambang.

Perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 1 Maret 2023 dengan kode saham HILL, membuka kepemilikan publik sebesar 15%.

HILL dikenal sebagai penyedia jasa kontrak tambang batubara, penyewaan alat berat, pembangunan infrastruktur tambang, dan kini merambah jasa pertambangan nikel.

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoemiten.com dan Panganpost.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoseru.com dan Poinnews.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatengraya.com dan Hallobandung.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Meningkat Jadi Rp 89,2 Miliar, Laba Semester I 2025 PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS)
Kinerja Solid, BRI Bukukan Laba Rp 26,53 Triliun di Semester I 2025
BUMI Hadapi Laba Anjlok, Investor Global Justru Tambah Saham Emiten Batu Bara Bakrie
FUTR dan Strategi Energi Terbarukan Lippo Bangkitkan Harapan Baru Investor
Buyback Saham Rp 3 Triliun, GoTo Tunjukkan Strategi Profitabilitas Berkelanjutan
Pasar Modal RI Rebound, CSA Index Agustus di Level 82,3
Remala Abadi Perkuat Kepemilikan Saham, Isyaratkan Konsolidasi Digital Nasional
Morris Capital Resmi Masuk, PIPA Bidik Pasar Baru Hingga Asia Pasifik

Berita Terkait

Rabu, 5 November 2025 - 14:34 WIB

Meningkat Jadi Rp 89,2 Miliar, Laba Semester I 2025 PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS)

Kamis, 21 Agustus 2025 - 16:40 WIB

Kinerja Solid, BRI Bukukan Laba Rp 26,53 Triliun di Semester I 2025

Selasa, 19 Agustus 2025 - 09:49 WIB

BUMI Hadapi Laba Anjlok, Investor Global Justru Tambah Saham Emiten Batu Bara Bakrie

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:41 WIB

FUTR dan Strategi Energi Terbarukan Lippo Bangkitkan Harapan Baru Investor

Rabu, 13 Agustus 2025 - 15:07 WIB

Buyback Saham Rp 3 Triliun, GoTo Tunjukkan Strategi Profitabilitas Berkelanjutan

Berita Terbaru