BISNISNEWS.COM – Menteri Pertahahan Prabowo Subianto menyerahkan lima pesawat NC-212i buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
Kepada TNI Angkatan Udara di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (12/12/2023).
Prabowo mengatakan NC-212i sebagai alutsista buatan anak bangsa dapat melakukan sejumlah tugas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti melakukan foto udara, navigasi udara dan melancarkan modifikasi cuaca atau hujan buatan.
Ia pun mengaku bangga dengan PTDI. Prabowo berharap industri pertahanan dalam negeri terus meningkatkan kemampuan.
Baca artikel lainnya di sini : Calon Presiden Prabowo Subianto Ungkap Kesamaan Pandangan dengan Jokowi Soal Hilirisasi
Hingga mampu memproduksi alutsista tempur mandiri.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
“Kita berharap industri pertahanan kita terus meningkat sampai dengan memproduksi pesawat tempur,” katanya saat penyerahan.
“Industri pertahanan adalah mutlak dibutuhkan oleh negara yang berdaulat dan merdeka,” lanjut Prabowo.
Lihat juga konten video, di sini: Momen Lucu dan Gemoy Tampak Saat Calon Presiden Prabowo Subianto Tampil di Atas Panggung HUT PSI
Adapun penyerahan pesawat angkut ringan tersebut ditandai dengan pemberian kunci secara simbolis oleh Prabowo kepada Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI A. Gustaf Brugman.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Kelima NC-212i rencananya akan memperkuat Skadron Udara 4, Wing Udara 2 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.
Prabowo mengatakan matra udara yang kuat mutlak dimiliki Indonesia.
Ia menyebut hal tersebut merupakan kebutuhan bagi negara modern yang berdaulat.
“Bangsa kita sangat membutuhkan tentara yang kuat, harus bekerja dalam operasi gabungan tiga matra.”
“Harus bekerja sebagai satu bagian dengan segala peran modern,” tutur Prabowo.***







