Model Prediksi Risiko Berbasiskan AI Bantu Cegah Amputasi Kaki pada Pasien Diabetes

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Model Prediksi Risiko Berbasiskan AI Bantu Cegah Amputasi Kaki pada Pasien Diabetes

SINGAPURA, 14 Mei 2026 /PRNewswire/ — Pemantauan kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien segera menjadi standar baru dalam penanganan pasien diabetes yang berisiko tinggi mengalami amputasi pada tungkai bawah (lower extremity amputation/LEA). Dikembangkan oleh Singapore General Hospital (SGH), SingHealth, dan MOH Office for Healthcare Transformation (MOHT), model kecerdasan buatan bernama LEA – Neural Network Model (LEA-Net) membantu tenaga medis mendeteksi risiko amputasi secara lebih dini agar langkah pencegahan dapat ditempuh sebelum kondisi pasien memburuk.

LEA-Net mampu memprediksi risiko amputasi tungkai bawah pada periode tiga hingga lima tahun sebelum pasien mengalami luka dan infeksi pada kaki. Dengan demikian, tim medis dapat melakukan intervensi sebelum terjadi kerusakan jaringan permanen. Model tersebut menggolongkan pasien dalam kategori risiko rendah dan tinggi sehingga mempermudah prosedur intervensi yang lebih tepat sasaran sekaligus mengurangi waktu tunggu pasien untuk mendapatkan penanganan spesialis vaskular. Di Singapura, hampir sembilan dari 10 pasien yang menjalani amputasi tungkai bawah diketahui menderita diabetes. Sekitar 85% kasus amputasi juga diawali luka pada kaki.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Amputasi tungkai bawah menimbulkan dampak serius terhadap mobilitas, kemandirian, hubungan sosial, hingga kondisi kesehatan pasien. Pasien diabetes atau penyakit vaskular yang telah menjalani amputasi juga lebih berisiko mengalami komplikasi luka dan kehilangan anggota tubuh lainnya. Dari sisi finansial, dampaknya juga besar. Intervensi tahap awal rata-rata menelan biaya sekitar US$25.000, sedangkan biaya penanganan tahap lanjut dapat melampaui US$40.000 hingga US$50.000 per pasien.

Pasien diabetes umumnya menjalani pemeriksaan tahunan untuk kondisi kaki, mata, dan fungsi ginjal. Namun, tingkat kepatuhan pasien terhadap pemeriksaan kaki diabetik masih lebih rendah dibandingkan dua pemeriksaan lainnya. Banyak pasien baru mencari bantuan medis ketika luka atau infeksi telah muncul sehingga meningkatkan risiko amputasi, serta komplikasi lain seperti komplikasi operasi hingga kematian.

LEA-Net dikembangkan dengan data anonim yang terdiri atas lebih dari 830.000 rekam medis pasien SingHealth, termasuk data demografi, kondisi klinis, dan hasil pemeriksaan medis. Dari jumlah tersebut, sekitar 250.000 rekam medis digunakan untuk validasi model. Model ini menunjukkan tingkat sensitivitas hampir 80% dan spesifisitas mendekati 90% dalam memprediksi risiko amputasi tungkai bawah. Kinerja ini jauh lebih baik dari sejumlah model lain untuk kedua parameter tersebut.

Hasil pengujian model menunjukkan pasien berisiko tinggi dapat teridentifikasi pada periode krusial sebelum munculnya luka dan infeksi. Model ini juga mencerminkan pergeseran menuju layanan kesehatan preventif berbasiskan data dalam program Healthier SG.

LEA-Net meraih "People’s Choice Award" dalam ajang International Consortium for Health Outcomes Measurement Conference 2025 (ICHOM) 2025 di Dublin, Irlandia. Tim pengembang LEA-Net kini berupaya melakukan validasi lebih lanjut terhadap efektivitas klinis melalui studi percontohan yang melibatkan pasien dari Diabetes Registry milik SingHealth.

 

Berita Terkait

XTransfer Luncurkan Layanan Pembayaran Lintasnegara di Chili
VT Markets Gandeng Island Sports Club, Padukan Dunia Trading dan Gaya Hidup Aktif
YR Fitness Bermitra dengan PrimaFit dan Berekspansi ke Indonesia
Eileen Gu Tampil sebagai Pembicara dalam KFF Inspiring Women Leadership Series di SMU
CCTV+: Forum Respons Cepat atas Pengaduan Publik Digelar di Beijing
Malou Oheix dari Prancis Raih Juara Satu pada Kompetisi Vokal Jazz Internasional Herbie Hancock Institute 2026 di Fondation Louis Vuitton
CHINT Pamerkan “Prefab Power Pod” di Ajang DCWA 2026, Percepat Pembangunan Pusat Data AI
LGMG Pamerkan Teknologi “Ultra-Fast Charging” dan Solusi Energi Terintegrasi untuk Elektrifikasi di Sektor Pertambangan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:11 WIB

XTransfer Luncurkan Layanan Pembayaran Lintasnegara di Chili

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

VT Markets Gandeng Island Sports Club, Padukan Dunia Trading dan Gaya Hidup Aktif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:22 WIB

YR Fitness Bermitra dengan PrimaFit dan Berekspansi ke Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:34 WIB

Eileen Gu Tampil sebagai Pembicara dalam KFF Inspiring Women Leadership Series di SMU

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:48 WIB

CCTV+: Forum Respons Cepat atas Pengaduan Publik Digelar di Beijing

Berita Terbaru

XTransfer Luncurkan Layanan Pembayaran Lintasnegara di Chili

Pers Rilis

XTransfer Luncurkan Layanan Pembayaran Lintasnegara di Chili

Rabu, 14 Okt 2026 - 12:11 WIB