BEIJING, 23 Januari 2026 /PRNewswire/ — Dengan hanya menyentuh layar ponsel, para petani buah di Kabupaten Xi, Provinsi Shanxi, Tiongkok bagian utara, kini dapat menyelesaikan proses irigasi dan pemupukan untuk perkebunan pir wangi Yulu. Hal ini lazim ditemui di wilayah tersebut.
Photo shows a joyful farmer looking at a Yulu fragrant pear in Xi County of Shanxi Province, north China.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabupaten Xi telah lama dikenal sebagai pusat budi daya buah pir dengan cita rasa terbaik. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah setempat aktif mengadopsi teknologi digital untuk mendorong perkembangan industri pir wangi.
Melalui platform komputasi awan "Xi County Digital Village", kabupaten yang berada di kawasan Dataran Tinggi Loess ini—memiliki kondisi ideal untuk tanaman pir wangi Yulu—tidak lagi terkendala dengan irigasi dan pemupukan.
Kabupaten ini juga menerapkan sistem pengelolaan kebun pintar dan distribusi cerdas untuk mendigitalisasi manajemen produksi. Inisiatif tersebut ikut menjaga kualitas rasa pir Yulu yang unggul berkat ketinggian wilayah, paparan sinar matahari yang melimpah, perbedaan suhu siang dan malam yang signifikan, serta kondisi geologi yang khas.
Di aula percontohan Desa Digital Kabupaten Xi, lebih dari 100 indikator terkait budi daya pir Yulu, penjualan e-commerce, dan aspek lainnya ditampilkan pada layar besar untuk memantau perkembangan secara langsung, analisis tren, serta peringatan risiko.
Terkoneksi dengan data meteorologi, perangkat sensor berbasiskan Internet of Things (IoT), serta sistem irigasi dan pemupukan terpadu, sistem pengelolaan kebun pintar mendukung proses budi daya dan perawatan pohon pir yang lebih ilmiah.
Di pusat distribusi dengan suhu terkendali di Kota Zhaizi, sistem serupa digunakan untuk mengelola secara cerdas proses masuk buah pir Yulu ke gudang, penyortiran, pengemasan, pengiriman, hingga pemantauan lingkungan.
Dalam sistem ini, setiap pir Yulu memiliki kode identitas berbasiskan QR sehingga seluruh proses—mulai dari pemetikan di kebun hingga penyajian di meja makan—dapat ditelusuri secara transparan oleh konsumen.
Di kalangan petani setempat, terdapat ungkapan, "Tidak semua pir wangi bisa disebut pir wangi Yulu." Reputasi tersebut tidak hanya ditopang oleh kondisi alam yang kondusif, namun juga upaya pengembangan produk turunan berbahan pir, seperti sirup, anggur, dan minuman, serta penguatan ekosistem e-commerce lokal.
Kombinasi antara habitat alami yang unggul dan inovasi berkelanjutan turut menjamin kualitas premium dari buah pir wangi Yulu dari Kabupaten Xi. Saat ini, Kabupaten Xi memproduksi sekitar 35 juta kilogram pir wangi per tahun dan telah mengekspor produk ke berbagai pasar internasional, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Uni Emirat Arab, dan Australia.
Tautan artikel asli: https://en.imsilkroad.com/p/349281.html





